A++ Maure

It’s all about Andre Maure’s little story

A Trip with Some Friends

Sunday, 15 March 09
I’d decided to join Nick and Agus to go to SIngaraja on this day. So I just joined the morning service in the church .
It was 09.35, when I arrived home from church as I live not far from it. I just got a message from Nick thay he would be 15 minutes late from the appointement (10am)
So, I went to the gas station for some gas. I was on my way to the gas station when Agus told me that he’s late too…but the good news was EKo would come along with us. It gave me some time I thought before preparing stuff as everybody was late.

After filling the tank up, I went to a small warung for breakfast. Then I went back to my boarding house to prepare stuff before going to Singaraja. After a few minutes, Agus came and told me that we needed to go to Kuta first to pick Eko up as he couldn’t bring his motorbike. When we’re on the way to Kuta, I saw a message from Nick at the traffic light at Simpang Siur while waiting for the light to turn green.
Nick had already waited at the Kerebokan market while buying some fruit. I didn’t have a chance to reply his message as the light was turning green.
So, I went straight to Eko’s house with Agus following me from behind. It didn’t take much time to get to his house as it’s just in Tuban area. There we met Eko who seemed to be ready to go with us. While he’s saying goodbye to his family, I replied Nick’s message;telling that we’d be at the market in about 10 minutes.
When EKo’s ready, Agus and I started the motorbikes and left for Kerobokan Market to meet Nick. He must have been waiting there I thought.he…he…
After about 10 minutes we arrived there, so I called Nick that we’re just waiting for him near the traffic light. Agus then went to a gas station near the crossroad while Eko and I were waiting for Nick. After a few minutes Agus came and then Nick came along. So after introducing Eko to Nick, we left for Singaraja through Tabanan which is actually closer to Negara. As we had been in Kerobokan, we decided to go through Dalung. On the way, Agus led us to a material store for woodcarving. From there we continued our trip and stopped at a gas station in Mandung, Tabanan. Since it’s not far from my aunt’s house, we just stopped to call in. Unfortunately, my aunt and my cousin sister had just left for the village. We just met my cousin brother, Oka. I just introduced him to my friends, then we bid farewell to Oka.
When we’re about to get to the main street from my aunt’s house, Nick suggested us to getsomething to eat as he hadn’t got his breakfast. I knew that there’s a warung not far from there. So we got our lunch at around 12.10pm. After I paid all food and drink, we continued the trip at 12.30pm.
I enjoyed this trip as I could see beautiful natural places in Tabanan area; the rice-fields, hills and mountains, trees, the beaches – so wonderful. Suddenly we had passed Soka beach, a place that I had ever visited with mr. Viard and KS-3 students of Wearnes Bali. As the trip was quite long, Agus made us stop at the border of Tabanan and Negara.
We ate some fruit that Nick had bought and drank some softdrink Agus and Eko bought at one of the small warung at this place. We were so happy to be near the beach at this place.
After being satisfied with this beautiful place, we then decided to continue the trip…..(to be continued)

Advertisements

March 22, 2009 Posted by | 1 | 1 Comment

Old Memories

Kinda surprised to check all my old files that I\’ve been keeping for years…and guess what?? Some of \’em are my notes on diary when I was still a student at Wearnes Malang. It made me feel …. funny. Here they are:

Nice 2CU…!
Dear Diary,

Tadi malam aku ngobrol sama Frans di kamarku sambil mendengar lagu-lagu yang aku putar di komputerku. Aku share ke dia kalau aku lagi ingin dekat sama seorang cewek di kampusku, Wearnes. Aku tertarik sama cewek itu, tapi sesungguhnya aku tidak tahu harus memulai darimana. Aku tidak tahu namanya dan aku tidak pernah berkenalan denganya.
Satu hal yang aku ingat adalah aku sempat ngomong sebentar dengannya ketika aku hendak kuliah komputer pada hari Rabu. Saat itu aku tahu kalau kelasnya sedang ada ujian English. Aku kaget saat aku masuk ke lab F, aku melihat dia dan satu temannya. Saat itu aku melihat Polly sedang mengerjakan program FOXPRO yang hendak dikumpul keesokan harinya. Aku heran kenapa dia ada disitu, tapi aku tidak berani menyapanya apalagi menanyakan sebabnya.
Untunglah setelah beberapa menit kemudian aku mendengar temannya bercanda, “Eh mamaku jatuh”. Aku menoleh kebelakang karena saat itu ia dan temanya sedang duduk tepat di belakangku. Aku hanya bisa tersenyum dan kembali menghadap komputer didepanku. Namun aku masih memasang telingaku saat ia memberitahu temannya kalo aku menertawai leluconnya tadi. Saat itu aku tahu kalo aku punya kesempatan untuk berbicara sekedar basa-basi dengannya. Sejurus kemudian, aku bertanya, “lho Kok gak kuliah?”. “Sudah keluar. Khan ujian!” jawabnya. Akupun memujinya sambil berkati, “oh cool, it’s good!” Dia hanya tersenyum.
Kejadian inilah yang aku ceritakan pada Frans. Aku sangat bahagia bisa berbicara dengannya meskipun hanya sebentar. Aku ingin mendapat kesempatan lain yang lebih lama untuk berbicara dengannya. Frans mengatakan kepadaku bahwa aku tidak perlu kuatir, karena waktunya akan tiba jika kita ingin dekat dengan dia. Kesempatan itu akan datang sendiri. Kita tidak perlu ragu dan kuatir untuk menyusun rencana ketemuan.
Apa yang dikatakan Frans itu memang ada benarnya. Hari ini setelah kuliah komputer aku dan beberapa temanku mengadakan latihan drama untuk ujian bahasa Inggris selasa besok. Kita menggunakan salah satu ruangan yang tidak dipakai di lantai III. Saat hampir selesai latihan drama, aku mendengar suara gitar dimainkan oleh anak-anak PD. Tandanya sebentar lagi akan diadakan ibadah. Setelah latihan dramanya selesai, aku berkata ke Faruq kalau aku hendak mengikuti ibadah. Saat itu juga aku melihat cewek itu sedang duduk dengan Yenny yang saat itu kaget melihat aku sambil berkata, “Eh Andre, kamu disini ternyata!” Tanpa membuang waktu aku langsung menyalami Yenny, dan dia. Saat aku menyalaminya Yenny berkata, “Oh ya ini kenalin temanku!”. “Melinda!” katanya. “Andri!”, jawabku. “Melinda darimana?” tanyaku. “Probolinggo”, ia dan Yenny menjawab dengan serempak. “Satu SMA lagi!”, tambah Yenny. “Kok kelihatan gak kompak!” candaku. Mereka hanya tersenyum sambil berpandangan.
Setelah itu akupun ikut ibadah seperti biasanya meskipun minggu lalu aku gak sempat ikut. Akhirnya aku pulang dengan sangat bahagia.

Does God really exist?
Dear diary,

Sore ini aku ke GKI Bromo untuk ibadah. Sore ini Pdt. Ida Kristin Sainipar yang mimpin ibadah. Aku sangat senang mendengar khotbah sore ini. Renungannya terambil dari Lukas 24: 13 – 35. Firman ini menceritakan bagaimana Tuhan Yesus menampakkan diri-Nya kepada orang di Emaus. Tuhan mengahalangi penglihatan mereka sehingga mereka tidak mengenaliNya. Tapi Ia kemudian membukakan mata mereka sehingga mereka dapat mengenaliNya.
Saat ini aku tidak ingin mebahas ayat itu, tapi aku ingin menulis ilustrasi yang aku dengar dari pendeta sore ini. Ia memberi ilustrasi tentang seorang anak kecil bernama Dion. Anak ini senang memanjat sebuah pohon mangga yang berada di dekat sebuah sungai meskipun ia sudah berkali-kali dilarang oleh ayahnya untuk melakukan hal itu.
Pada suatu hari, Si Dion ini kembali memanjat pohon mangga tersebut. Karena keasyikannya memanjat, ia tidak sadar bahwa ia telah memanjat sangat tinggi. Ia baru tahu kalau ia telah berada di ujung paling tinggi dari pohon mangga tersebut, sehingga merasa takut sekali. Dalam ketakutannya, ia kemudian berteriak dengan kerasnya untuk minta tolong. Sesaat kemudian banyak orang datang mendekati pohon itu setelah mendengar teriakan Dion. Mereka kemudian memintanya untuk turun sambil berkata kamu tidak apa-apa. Tapi si Dion malah memanggil ayahnya. Ia tetap saja merasa takut untuk turun kebawah meskipun ada banyak orang disitu.
Namun ketika ia melihat ayahnya datang dari kejauhan, ada sebuah harapan yang pelan-pelan menghilangkan rasa takutnya. Ketika ayahnya tiba di bawah pohon itu, ayahnya memandangnya. Ayahnya tidak marah, namun ayahnya berkata, turunlah, ayah ada disini, ayah akan menolongmu. Saat itupun Dion langsung turun tanpa merasa takut karena ia benar-benar fokus kepada ayahnya, yang ia yakini selalu dapat menolongnya. Sehingga ia mengabaikan semua orang yang datang mendahului ayahnya. Meskipun orang-orang yang ada disitu sama tinggi dengan ayahnya bahkan jumlah mereka banyak, namun Dion hanya percaya kepada ayahnya.
Ilustrasi itu mau mengajarkan kepada kita bahwa fokus kita itu akan selalu membuat kita tertuju ke fokus itu. Kita tidak akan pernah peduli dengan apa yang ada di sekitar kita. Sama halnya ketika kita terfokus pada semua masalah yang kita hadapi, maka saat itu kita tidak akan merasakan kehadiran Tuhan di sekitar kita. Apabila masalah itu teramat besar, kita akan merasa ragu apakah Tuhan itu benar-benar ada disisi kita dan memperhatikan kita. Tapi sebaliknya ketika kita selalu fokus kepada Tuhan maka, kita akan merasakan kehadiran Tuhan. Kita akan selalu ingat janji-janji Tuhan untuk selalu menyertai. Sebagaimana pemazmur berkata bahwa ia takkan takut sekalipun ia berjalan di lembah kekelaman, atau berjalan di antara bayang-bayang maut. Kita akan merasakan bahwa Tuhan itu sungguh menyayangi dan mengasihi kita dengan tulus dan setia. Semua yang Tuhan berikan sungguh indah dan amin.
Saat mengikuti ibadah ini, aku menerima sms dari temanku. Setelah ibadah itu, aku membaca sms itu. Temanku berkata bahwa apa yang aku katakan kepadanya itu benar dan ia berterima kasih kepadaku untuk apa yang aku katakan padanya. Malam sebelumnya teman saya menanyakan apakah Tuhan itu adil? Jika Tuhan itu hadir mengapa ia memberikan masalah yang berat kepadanya. Ia mengatakan bahwa itu semua bullshit. Tapi setelah saya mengatakan bahwa terkadang masalah-masalah kita yang berat yang kita hadapi kadang-kadang membuat kita merasa bahwa Tuhan itu tidak adil. Namun kita harus tetap positive thinking bahwa Tuhan pasti memiliki rancangan yang indah di balik semua itu. So, all we have to do is thank God for everything we have no matter what happen! Thank You, Lord for loving me, my family and my friends!

March 6, 2009 Posted by | 1 | Leave a comment

An encounter with some fellas

Last night, Nova called me to tell me that Kyle wanted to see me. So I said that I’d be at the hotel in about 30 minutes. It’s not hard for me to find the hotel, J-Boutique as I came here often during the 1st Asian Beach Games in October last year.

WHen I parked my motorbike, I saw some security who welcomed me friendly. A bell boy there gracefully opened the door when I was about to enter the lobby. I just sat down in the lobby while calling Nova. At first, I could reach her on the phone (maybe she left her mobile I thought). Then I went approaching the receptionist who was talking on the phone but noticed that I needed some help. Then she asked her friend to serve me at the time. But in the middle of asking the guest name for the room, Nova picked the phone and asked me to just wait for a moment. Then I went back to the sofa while waving my right hand to the receptionist as a thank you sign for their effort.

A few minutes later, I saw Kyle walking down the stairs. Then I said, “Hello Mr. Kyle, good 2CU again! Been very long time…How have you been?” Then in stead of answering my question, he simply said, “Hey Ama, apa khabar?” with his American accent. He speaks very good bahasa Indonesia. So to I did speak in Indonesian too after wards.
We talked of so many things and experiences…so wonderful after 3 years we never met. He’s been so nice and kind to me since I met and knew him. I always remember him saying; “Kalo susah bekerja disini, silahkan ke Malang ato telpon saya karena saya punya position untuk kamu!” (still with the American accent). It’s so nice to hear about that…
I said, “Terima kasih!” (while whispering how wonderful God is to send a friend like Mr. Kyle).

After about 15 minutes, I saw some people who seemed to be so familiar coming in to the hotel lobby. They’re some Access staff who then called by Kyle to see me. While we’re talking, Donna came from upstairs to join us. Then all the memories during my time living and joining Access for its gatherings in Malang slowly came into my mind as Donna tried to recall all the things we did with some friends there. It’s so good to remember them all and made me wanna go back there again.he…he…

After that, I took Ricky to Bounty for some beer and went back home. Well, I hope you guys enjoy your holiday here in Bali and should see you by the end of this month…:-)

March 3, 2009 Posted by | 1 | Leave a comment